Pages

Selasa, 23 Juli 2013

PERBEDAAN DAN KAMU





Waktu yang sebentar untuk mendeskripsikan ‘kita’ dalam satu perbedaan. Kamu mungkin ada disitu, tapi bukan kamu yang seharusnya.  Perbedaan memang indah, bisa saling melengkapi dan mengisi kosong satu sama lain. Perbedaan mengajarkan kita tentang warna warni dunia. Memberitahu kita kalau ada banyak hal lain yang menarik dan tidak, tapi perbedaan juga yang memaksa kita untuk harus memilih. Hidup itu pilihan kawan!

Kamu pernah ada dalam pilihan itu, pilihan yang menarik. Saat ada kamu semuanya berubah. Kamu mengajarkan ku banyak hal tentang perbedaan, menunjukan sesuatu yang berbeda.

Setiap hari aku coba untuk semakin mengenalmu dalam diam, memperhatikan semuanya tentang kamu. Taukah apa yang membuat mu istimewa? Karna kamu adalah jawaban dari “Bahagia itu sederhana”. Sesederhana itu kamu bisa membuat ku tersenyum tanpa alasan saat bisa melihatmu. Cara mu berjalan, menatap, tersenyum, berbicara, tertawa, semuanya yang membuatku semakin nyaman ada di dunia mu.

Kamu mengajari ku ‘Jangan pernah takut dengan perbedaan, karna perbedaan itu lah yang akan membuat kita di kenal orang’. Tapi kadang perbedaan itu juga yang harus kita takuti. 

Aku melihat mu dari sudut pandang yang lain, perbedaan itu semakin jelas. Aku terlalu nyaman mengilustrasikan dunia kita. Tak tau apa namanya, aku merasa sulit untuk keluar dari zona ini.

Kamu adalah pilihan yang aku takuti. Tapi aku tidak pernah menyesal pernah memilih kamu untuk menjadi khayalan masa depan ku. Kita pernah ada dikhayalan itu, sebelum dihancurkan dengan satu perbedaan yang tidak pernah kita perdulikan. Selama ini kamu mengisi kosong ku dengan dunia mu, kamu membagi dunia itu bersama ku. Aku seperti nyata disana. Tapi tetap ada yang kurang. Rasanya tak lengkap. Hati ku memang disana, tapi berada ditempat yang salah.

Aku ingin menempatkan diri di posisi yang tepat untukmu, tapi tidak akan pernah bisa. Ia tak pernah mengerti bagaimana cinta ternyata justru membuat seseorang merasa kurang. Mungkin terlalu sederhana,sampai kita lupa kalau perbedaan itu ada.

Aku ingat saat pertama kali kita bertemu. Pertama kali aku menyapakan kata ‘hai’ padamu. Pertama kali aku mengarahkan pandangan ku tanpa henti saat pertama kali kita berhadapan, dan pertama kali aku merasakan getaran dihati.

Tapi, kenapa dia? Kenapa harus dengan nya Tuhan?! Bahkan kita terlalu berbeda untuk bersama. Cinta memang bisa membuat siapa pun menjadi liar. Perasaan ini terlalu istimewa untuk di ungkapkan, semacam ilustrasi semu yang tak pernah terlihat jelas.

Mungkin aku hanya mampir sebentar di ingatanmu, seorang figuran. Tapi di ingatan ku, kamu menjadi sorot utama pada semua adegan. Kamu menjadi figur yang paling penting disana. Namun, seketika itu semua hilang. Kita bukan lagi anak kecil yang ingin membahagiakan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Kita nggak mungkin terus berpura-pura tidak tau, padahal kita mengerti ada yang salah disitu. Membiarkan sesuatu berakhir bukan berarti tidak berjuang, Tetapi memahami bahwa ada awal baru yang lebih baik akan datang. Memahami kalau ada perbedaan yang tidak bisa jadi sama. Memahami akan ada ‘Kita’ yang baru nanti. Aku akan terus ada di sana. Di jalan ku. Dan kamu pun begitu, ada di jalan mu. Berusaha menyatukan dunia itu memang tidak gampang, untuk mendeskripsikan ‘kita’ dalam satu perbedaan”.

Ini bukanlah ucapan selamat tinggal, tapi ini adalah awal untuk memulai kata ‘Hai’ yang berbeda. Carilah seorang yang bisa melengkapi mu seutuhnya. Dan jelas itu tak akan pernah menjadi aku. Hubungan ini nggak akan berakhir sekarang kalau saja perbedaan itu nggak pernah ada. Tapi mau salahkan siapa?

Dunia itu sudah hilang. Lalu mungkinkah sesekali saja kau ingat bahwa aku pernah menjadi bagian dalam tengah tawamu, dan ceria hari-harimu? Walaupun kamu tidak lama ada disini tapi kamu selalu ada disini. Aku ingin mulai membagi dunia ku dengan mu, karna bersama mu semuanya terasa nyata. Bebas. Perbedaan itu menjadi hal biasa. Tapi setelah menjauh darimu aku merasa seperti melepas beban berat yang terus menahanku saat ada kamu. Aku merasa berada dalam posisi yang tepat tidak bersama mu. Aku seperti berhasil memecahkan dinding kaca yang sangat tebal dan keluar dari lingkaran yang berdeba itu.  Memang bukan hanya mereka yang menentang. Tapi juga kenyataan, yang tidak akan pernah memberi kesempatan kita bersama lebih lama lagi dalam satu ikatan. Kita seperti terlalu memaksakan sesuatu yang harusnya tidak pernah ada. Begitu salah nya kah kita saat itu?! Dua orang yang secara tak sengaja di pertemukan dalam satu tempat dan waktu yang sama. Aku yakin itu bukan ketidak sengajaan saja. Semua terjadi dengan satu alasan kan? Tapi apa?? Alasan apa yang sebenarnya ada diantara pertemuan kita?! Bahkan aku hanya melihat perbedaan disana.

Kamu adalah pilihan yang salah, perbedaan yang seharusnya tak ku pilih. Aku sudah membiarkannya masuk terlalu dalam untuk mengenal mu. Memang terlalu banyak hal yang nggak pernah bisa kita jelasin lewat media apapun, apalagi soal perasaan. Terlalu mudah untuk memotivasi seseorang, tapi butuh waktu yang lama untuk bisa memotivasi diri sendiri.

Begitupun dengan aku sekarang. Yang masih sibuk mencari cara untuk bisa melupakan mu. Melupakan Kita. Mencari arti kata ‘Move On’! yang buat sebagian orang adalah cara dimana kita bisa melupakan dia dengan jatuh cinta lagi. Tapi, tau kah kamu? Rasanya nggak akan ada lagi ‘Kita’ yang sama kalau aku coba memulai dengan orang lain.

Ternyata kamu pun begitu. Sama hal nya dengan orang-orang itu. Selekas itu kah melupakan kebersamaan Kita dulu? Atau hanya sandiwara mu yang ingin mencoba bangkit dari rasa sakit itu?!

Mungkin ini bukan menjadi perpisahan yang baik-baik saja. Tapi akan lebih sulit untuk pergi dengan cara yang manis. Kamu terlalu membuat ku kuat untuk mempertahankan yang seharusnya tidak. Aku memang tak pandai berkata-kata untuk memberitahu mu bagaimana berharganya waktu yang pernah kita bentuk bersama. Aku terlalu kaku untuk mengatakan betapa beruntungnya aku mencintai mu, dan bagaimana takutnya aku untuk mengakhiri perasaan ini. Tapi aku terlalu bodoh untuk tetap mempertahankan Kita. Perasaan ini hanya akan membawa kita pada masalah-malasalah yang nggak akan pernah ada habisnya. Aku mulai menjauh semenjak hari itu. Mencoba acuh. Salah satu hal tersulit yang aku lakukan untuk menahan perasaan ini.

Mungkin lebih baik melihat mu bersama orang lain sekarang, daripada harus melihat kesendirian mu yang masih membuat ku berharap. Bertahanlah pada pilihanmu, begitu juga aku. Kita sama-sama memainkan peran, tapi tak akan bertemu di panggung yang sama. 

Sekarang kita saling berjauhan. Bahkan terlalu canggung untuk menggunakan kata ‘Teman’.
Cinta memang nggak harus saling memiliki. Ya, aku merasakannya.

Kamu mengajari ku banyak hal. Mengenalkan ku pada dunia yang jelas berbeda. Sekarang sudah saat nya aku belajar dengan perbedaan yang lain lagi, tidak ada kamu disana. tapi aku yakin akan menjadi pengalaman menarik lainnya. Kamu adalah masa lalu ku, guru terhebat, pelajaran yang mengubah cara berfikir ku dan membuat ku paham untuk tidak memilih sesuatu yang salah lagi.

Cinta akan datang pada siapapun tanpa mereka minta, tapi terkadang kita tidak menempatkannya dengan baik. Sekarang aku masih penasaran kenapa perbedaan itu ada?!
Karna kamu satu-satu nya orang yang memberitahu ku, kalau perbedaan itu’tidak’ indah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar