Pages

Jumat, 20 Juni 2014

Ayah!!!



Rindu Rintikan Hujan (Ayah) 

Aku duduk di balkon depan pintu kamar. Tertawa geli meihat anak-anak kecil yang kakinya tak beralas. Berlari, berkejaran, saling melempar air. 

Tak hanya air, lumpur pun ikut mereka lempar. Hingga satu diantara mereka menangis, lalu saling menyalahkan.

Langit memerah. Adzan Maghrib berkumandang. Persatu mereka pun menghilang.

Aku mengalihkan pandang dari senja. Gelas berisi teh sudah kehilangan kepulan asapnya. Tapi ujung jariku masih bisa merasakan hangatnya. Hangat itu menyusup hingga jantungku. 


Aku teringat masa kecilku. 

Saat hujan menjelang Magrib seperti sekarang ini, Ayahku selalu menjemput dengan payung ketika aku mengaji di Masjid.

Aku juga pernah pulang dengan menangis. Telingaku dijewer Ayah karena bermain sampai Maghrib dan tidak pergi mengaji.

Langit memerah. Adzan Maghrib berkumandang. Mataku memanas. Sesak di dadaku mengganas.

Ayah..

Aku Rindu!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar